Misteri Ajaran Ma’rifat Ilmu Sejati

Misteri Ajaran Ma’rifat Ilmu Sejati

Misteri Ajaran Ma’rifat Ilmu Sejati
Laku spiritual untuk menggali potensi daya linuwih(khowwas)
Penulis : Syekh Abdulah bin Umar Al-Hadad
Ukuran buku : 14,5 cm x  20,5 cm tebal : 285 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Mitrapress – Surabaya
ISBN :
Harga Rp. 17.000,-

Sinopsis :

Ma’rifat artinya arif; mengenal atau tahu. Makna secara bebas adalah arif dan bijaksana, mengetahui hikmah di balik keajaiban sesuatu. Orang ma’rifat disebut arifin.

Ilmu ma’rifat bukanlah ilmu klenik. Tetapi lebih cenderung ke arah mistik. Artinya, ilmu Ketuhanan. Sehingga tujuan kajian ilmu ma’rifat adalah agar seseorang berusaha sedekat mungkin dan mengenal penciptaanNya. Hati penempuh ma’rifat terbuka sehinga senantiasa menerima bisikan dan bisikan nuraninya.

Hasil yang dicapai adalah seseorang akan merasakan kenikmatan hidup dan kedamaian hati. Menjadi sabar dan qanaah. Menjadi arif dan bijaksana. Hatinya menjadi luas. Surga akan “digenggamnya”, baik surga dunia maupun surga akhirat.

Imam al-Qusyairi berkata, “Barangsiapa yang telah mengenal (ma’rifat) Tuhan, maka kehidupannya menjadi cerah dan nikmat. Segala sesuatu akan segan kepadanya. Hilang perasaan takut kepada semua makhluk dan asyik berteman dengan Tuhan.”

Menurut al-Junaid, seorang arif tidak dikatakan arif sebelum ia bisa menjadi seperti bumi yang diinjak oleh orang baik dan orang jahat; menjadi seperti awan yang menaungi sesuatu; dan seperti air hujan yang menyirami apa saja yang disenanginya atau tidak disenanginya.

Buku ini berjudul, “Misteri Ajaran Ma’rifat Ilmu Sejati.” Dikatakan misteri karena banyak di antara kita yang hanya mendengar istilah ma’rifat, tanpa mengetahui apa makna dan apa yang diajarkan di dalamnya. Bahkan sebagian lainnya tahu tetapi karena pemahaman yang salah sehingga amalan-amalannya menyimpang menjadi klenik atau perdukunan.

Ajaran ma’rifat merupakan ilmu sejati atau sejatinya ilmu. Karena jika dipahami, bahwa syarat seseorang dapat mereguk air telaga al-Kaustar (surga) dan sampai kepada Tuhan ialah dengan menempuh beberapa tahapan, yaitu syariat, tarikat, hakikat, dan ma’rifat. Empat tahapan itu ibarat buah kelapa. Serabut terluar adalah ilmu syariat, sedangkan air di dalamnya adalah ma’rifat. Seseorang yang haus haruslah mereguk isinya dan wajib melalui serabutnya, batok kelapa, daging kelapa, hingga akhirnya mencapai air ma’rifat. Karena itu, ilmu ma’rifat disebut ilmu sejat. Bacalah buku ini, karena semua ilmu itu tercakup di dalamnya.